Usai Pesta Miras, 3 Pemuda Parangi Yuneks dan Wilen

  • Bagikan
Tiga Pelaku pembacokan
Tiga Pelaku pembacokan terhadap dua pemuda Passo, diringkus Polisi.

Ambon, AMEKS.FAJAR.CO.ID - Tak menunggu lama, tim penyidik dari Polsek Baguala, di back-up Polsek Salahutu, dan Polresta Ambon, langsung menciduk tiga pemuda Desa Tulehu, Maluku Tengah, yang diduga sebagai pelaku penganiyaan terhadap dua pemuda Passo, YN alias Yuneks dan WF alias Wilen.

Kasi Humas Polresta Ambon, Iptu Moyo Utomo mengatakan, penganiayaan yang menimpah kedua yang terjadi di kompleks inakaka, Negeri Passo, Kecamatan Baguala Kota Ambon.

"Penganiyaan terhadap dua korban itu, akibat minuman keras sehingga terjadi salahpaham yang berujung peristiwa tersebut, " kata dia, kepada media ini, Senin (6/6).

Moyo menjelaskan, berdasarkan keterangan dari saksi RD alias Rido, awalnya sekitar pukul 01.00 WIT saksi bersama korban YN alias Yuken, pergi ke acara ulang tahun temannya di samping Pertamina Desa Passo.

Ditempat itulah mereka bertemu dengan salah satu pelaku. Kemudian mereka mengomsumsi minuman keras (Miras) secara bersama-sama.

"Pada saat sedang mengonsumsi miras jenis sopi, terjadi cekcok mulut antara pelaku dengan korban YN. Pelaku langsung memukul korban YN. Saksi kemudian menanyakan aksi itu, hanya saja melihat kondisi kurang memungkinkan saksi dan korban YN langsung balik ke kompleks Inakaka,"paparnya.

Tak sampai disitu, lanjut dia, sekitar pukul 04.00 WIT, tiga pelaku yang kini diamankan, datang di kompleks Inakaka Desa Passo untuk mencari korban dan saksi.

"Setelah tiba di TKP kompleks Inakaka Desa Passo pelaku dan temannya yang belum diketahui identitasnya langsung melakukan penganiayaan terhadap kedua korban dengan menggunakan benda tajam, " ungkapnya.

Diakui, usai melakukan aksi tersebut para pelaku yang kini sudah diamankan itu langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian.

"Untuk kedua korban kini masih menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Ambon. Sedangkan 3 pelaku sudah berhasil kita amankan, dan sementara diperiksa secara intensif terkait kasus penganiayaan ini, " terangnya.

Dirinya memastikan, tidak ada aksi razia terhadap warga Tulehu, sebagaimana informasi yang beredar.

"Kami pastikan tidak ada razia warga atau lainnya yang berdampak pada gangguan kamtibmas, " pungkasnya. (ARH).

  • Bagikan