Dinkes Ambon Kasi Kabar, ada 77 Anak Gizinya Buruk

  • Bagikan
Gizi buruk Ambon
Para petugas kesehatan dari seluruh Puskesmas di Kota Ambon, yang ikut pelatihan tatalaksana gizi buruk, di kantor dinas kesehatan Kota Ambon, Rabu (20/7).

Ambon,AMEKS.FAJAR.CO.ID , FAJAR.CO.ID.- Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, kasus gizi buruk di Kota Ambon mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Ini disebabkan penyebaran Covid-19.

Hal ini dilaporkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan kota Ambon, dokter Yusda Tuharea. Kata dia, selama dua tahun terakhir membuat kondisi perekonomian masyarakat terpuruk.

Apalagi dalam kurun waktu dua tahun terakhir penanganan kasus gizi buruk di Puskesmas yang ada di Kota Ambon, tidak maksimal.

"Kasus gizi buruk di Kota Ambon, di Tahun 2020, kita temukan 6 kasus, kemudian di Tahun 2021 naik menjadi 47 kasus dan di semester pertama tahun 2022 ini naik menjadi 77 kasus,” kata dia, kepada media ini, di kantornya, Rabu (20/7).

Dengan meningkatkan kasus gizi buruk, kegiatan pelatihan tatalaksana penanganan gizi buruk bagi seluruh dokter Puskesmas, Bidan Puskesmas, petugas gizi Puskesmas yang ada di Kota Ambon penting untuk dilakukan.

"Pelatihan ini kita lakukan mengingat angkas kasus gizi buruk terus mengalami peningkatan. Dan Puskesmas harus menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus tersebut,”jelasnya.

Penyiapan tenaga medis di Puskesmas, lanjut Tuharea, merupakan hal yang mutlak untuk melakukan penanganan secara dini, sebelum kasus tersebut dirujuk dan ditangani di tingkat Rumah Sakit.

"Kita perlu tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas mampu tatalaksana sehingga kasus itu tidak bisa dirujuk ke RS, kalau di Puskesmas itu bisa langsung di diagnonis dan ditangani maka tidak perlu lagi ada yang sampai ke RS,"paparnya.

"Pelatihan itu melibatkan 66 perserta dari 22 Puskesmas yang ada di Kota Ambon,"pungkasnya. (ARH)

  • Bagikan