Teli Nio Nangis Disidang RL, Ngaku Kerap Dimintai Uang oleh Enrico Matitaputty

  • Bagikan
KPK Geledah Pemkot Ambon
KPK saat Geledah sejumlah ruangan di Pemkot Ambon. (Foto: Ars Hehanussa)

Ambon, AMEKS.FAJAR.CO.ID - Sidang kasus dugaan gartifikasi dengan terdakwa mantan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengisahkan fakta menarik. Saksi Teli Nio sambil menangis, mengungkapkan kalau kerap dimintai uang oleh Enrico Matitaputty pejabat di Pemerintah Kota Ambon.

Hal Ini diungkap pengacara mantan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, Odlyn Otniel Tarumere di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Kamis (19/1/2023). Jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Ambon menuntut Richard 8,6 tahun penjara.

Teli Nio dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa KPK, guna membuktikan perbautan mantan Walikota Ambon dua periode itu didepan tiga majelis hakim yang diketuai, Wilson Shiver.

Tele Nio menyebut sering melayani Enricho Matitaputy yang kala itu menjabat Kepala Dinas PUPR Kota Ambon. Baik untuk kepentingan perjalanan dinas hingga pada kepentingan pribadi Enrico.

Otniel menyebut, pelayanan yang dilakukan Tele Nio berdasarkan keterangannya dipersidangan sebelumnya, berkaitan dengan pemberian uang kepada Enricho Matitaputty.

“Dilayani itu mencapai Rp1 miliar. Diungkapkan itu, untuk kepentingan perjalan dinas sampai pada pembangunan pagar rumah Enrico itu. Keterangan Tele Nio itu sampai manangis (Mengeluarkan air mata),”kata pengacara muda itu.

Menurutnya, ketika ditanya tujuan pemberian uang ke Enrico oleh hakim, Tele Nio menyebut agar seluruh proyek yang dikerjakannya tetap aman. “Tujuannya agar proyek Tele Nio aman. Nanti ada bukti rekaman pemeriksaan, nanti beta (saya) kasih,”ungkap Odlyn.

Ia mengatakan, setelah putusan kliennya (Richard Louhenapessy) atas perkara dugaan gfratifikasi atau suap, KPK akan melanjutkan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang.

“Jadi, antua (Richard Louhenapessy) setelah kasus ini selesai lanjut lagi dengan TPPU. Karena dituntutan Jaksa KPK kemarin, sudah disampaikan,”jelas Odlyn menutup.(yan)

  • Bagikan