Timur Indonesia Jadi Kunci, Duet Anies-Amran Berpeluang Ulangi Sejarah

  • Bagikan
Pilpres
Anies dan Amran Sulaiman duduk berdampingan dalam acara Mappacci putra politisi Golkar, Nurdin Halid di Makassar, Jumat (21/1/2022) malam.

Jakarta, AMEKS.FAJAR.CO.ID - Kawasan Timur Indonesia selalu menjadi kunci kemenangan dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres). Sulawesi Selatan dengan jumlah pemilih terbesar di kawasan ini, kerap dilirik Kandidat Calon Presiden.


Bercermin pada Pilpres 2014, saat Joko Widodo berpasangan dengan Jusuf Kalla, kombinasi tokoh dari tanah Jawa dan tokoh Indonesia timur ini berhasil menang meyakinkan mengantongi suara hampir 80 persen di kawasan Indonesia timur.


Begitu juga duet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla di Pilpres 2004, hasilnya menang.
Fakta ini tak bisa diabaikan begitu saja dalam menyongsong Pilpres 2024 yang kurang dari satu tahun lagi.


Ketua Umum Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn), Muhammad Ramli Rahim berpendapat setelah era Jusuf Kalla (JK), tidak ada lagi tokoh yang levelnya di atas Andi Amran Sulaiman.


Andi Amran Sulaiman merupakan pengusaha sukses asal Sulawesi Selatan. Di bawah bendera Tiran Group, pria kelahiran Bone 27 April 1968 itu telah membangun kerajaan bisnis hingga lahir puluhan anak usaha.


Di luar bisnis, portofolionya semakin cemerlang setelah dipercaya sebagai Menteri Pertanian periode 2014-2019. Di eranya, Indonesia sukses swasembada pangan dengan catatan sempurna. Mafia pangan pun dilibasnya demi kesejahteraan petani dalam negeri.


Ramli Rahim menyebut munculnya nama Amran Sulaiman menjadi semangat baru bagi para relawan di luar Pulau Jawa atau minimal di wilayah Timur Indonesia.


Amran Sulaiman dianggap sebagai tokoh perwakilan Kawasan Timur Indonesia paling potensial menduduki jabatan wakil presiden mendampingi Anies Baswedan.


"KoreAn tentu saja menyambut positif munculnya nama Andi Amran Sulaiman sebagai cawapres yang disodorkan oleh PKS untuk mendampingi Anies Baswedan," ujar Ramli Rahim kepada fajar.co.id, belum lama ini.


Bukan hanya representasi dari Indonesia Timur, Founder Tiran Group itu juga bisa dibilang mewakili pulau Kalimantan dan wilayah Indonesia Timur lainnya.

"Termasuk di Sumatera, sa

at masih menjabat Menteri Pertanian, Andi Amran cukup banyak berbuat di sana,” tutur Ramli Rahim.
Sementara itu Analis politik Universitas Hasanuddin, Adi Suryadi Culla menilai sosok calon wakil presiden dari luar atau bukan kader parpol bisa jadi solusi bagi koalisi di Pilpres 2024.


Menurunya, munculnya nama Andi Amran Sulaiman diantara tokoh-tokoh besar lainnya seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno bukan sebuah kebetulan.


Amran dimatanya punya pengaruh sangat kuat di kawasan timur Indonesia. Apalagi dia dikenal dekat dengan Presiden Jokowi.


"Tokoh Sulsel, Andi Amran Sulaiman juga tidak bisa diremehkan. Pengaruhnya sangat kuat di kawasan timur karena dia membuat dulu Jokowi mendapat suara. Dia berhasil menggalang dukungan di kawasan timur," ungkapnya.


Tak jauh berbeda dengan pandangan Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia, Mohammad Anas yang menyebut tokoh seperti Andi Amran Sulaiman sangat berpeluang karena tidak terafiliasi dengan warna partai manapun.


Dikatakan, dalam beberapa konstestasi Pilpres seringkali posisi calon wakil presiden itu yang paling punya peluang di samping faktor geopolitik, itu faktor latar belakang.


Jadi jika tokohnya bukan dari partai politik, hal itu bisa mempenetrasi kepentingan-kepentingan ego koalisi.

"Amran bisa menjadi alternatif pilihan koalisi perubahan untuk mendampingi Anies Baswedan, termasuk Prabowo maupun Ganjar Pranowo," papar Anas.


Kelebihan tokoh-tokoh dari bukan Parpol ini akan mengurangi kebekuan dalam koalisi itu.
Lebih jauh kata dia, Amran Sulaiman bukan hanya representasi dari Indonesia Timur, tapi dengan pengalamannya pernah menjadi menteri pertanian itu akan memberikan peluang yang besar.


"Dari beberapa tokoh dari timur, hanya pak Amran yang punya peluang besar. Karena tidak diikat oleh partai tertentu,” lugasnya. (selfi/fajar)

  • Bagikan