PT MMG Main Gembok Ruko, Pedagang Amplaz Terpaksa Obral Jualan

  • Bagikan
Amplaz
Ruko-ruko di Amplaz yang digembok pengelola PT MMG, Sabtu (6/7/2024) malam. (foto tangkapan layar)

Ambon, AMEKS.FAJAR.CO.ID - Menolak untuk membayar tarif sewa yang dipatok, Ruko para pedagang di Ambon Plaza (Amplaz) digembok PT. Modern Multi Guna pada Sabtu (6/7/2024) malam.

Pada rolling door Ruko, pihak PT MMG menempelkan surat pemberitahan yang berisi alasan digembok. Mereka mengaku, sebagai mitra pemanfaatan barang milik daerah dalam bentuk Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Ambon untuk mengelola Ambon Plaza.

Informasi yang diperoleh, terdapat sekitar 70 ruko yang digembok. Sebanyak 30 pedagang yang menyewa Ruko di Amplaz, melakukan perlawanan dengan melepaskan gembok milik PT. Modern Multi Guna .

Ketua Tim Hukum para pedagang Amplaz, Sunardiyanto Minggu (7/7/2024), mengatakan kalau tindakan yang dilakukan PT. Modern Multi Guna ilegal. Kata dia, saat Ruko digembok, Lampu jalur Amplaz dimatikan sehingga tak terpantau CCTV.

“Bisa kita lihat saja, jika mereka mengaku sebagai pemilik tak mungkin lakukan dengan cara cara seperti itu. Lampu dimatikan dulu baru mulai beraksi memasang gembok yang akhirnya tak terpantau CCTV, “ kata dia.

Suradiyanto bersama sejumlah rekan tim Hukumnya akan melaporkan tindakan tersebut, dan menggugat perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Ambon. Ada dugaan tindak pidana korupsi untuk kasus Amplaz ini.

Saat ini, kata dia, melalui P5AP, mereka sudah melaporkan tindakan tersebut ke Polda Maluku. Dari Polda Maluku diarahkan ,embuat laporan pengaduan.

“Terkait dengan perlawanan kami dengan memotong pengait Gembok, itu dilakukan tanpa merusakkan fasilitasnya (Gembok) alasanya karena perbuatan mereka (PT MMG-red) semena-mena,” ungkap dia.

“Kami tak tahu dia itu siapa. Hanya mengaku pemilik padahal ketika kami ke dewan dan dipanggil untuk menujukan legalitasnya, mereka mengaku ini rahasia antar mereka dengan pemkot, “ kata Sunardiyanto.

Sunardiyanto menduga, ada tindak pidana korupsi pengelolaan Amplaz Ambon itu. Karena itu, dia meminta Kejati Maluku mengusut dugaan tipikor pengelolaan Amplaz.

Terhadap dugaan itu kami meminta Kejati Maluku untuk memeriksa anggaran pengelolaan Amplaz ini jangan sampai ada indikasi. Kepada PPK juga kami berharap dilakukan audit soal anggaran pengelolaan Amplaz ini, “ Tandas Sunardiyanto.

Sementara itu, salah seorang pedagang, terpaksa mengobar barang dagangannya di Amplaz, karena harus melepas dua Ruko miliknya. Pelepasan ini, akibat tingginya harga sewa yang dipatok Pemkot Ambon sama PT MMG.

Pedagang ini, mengaku punya tiga. Dua Rukonya terpaksa dikembalikan ke pihak pengelola, karena tingginya harga sewa. Dia hanya menyewa satu Ruko untuk tetap bisa berdagang.

“Saya terpaksa mengobral barang di dua bilik, karena terlalu tinggi biaya sewanya. Saya cuma pakai satu, agar bisa terus berdagang,” ungkap wanita yang jualan pakaian ini.(yani)

  • Bagikan