Bula, AMEKS.FAJAR.CO.ID – Jembatan Wae Mer 1 masuk dalam perencanaan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku untuk bangun baru. Jembatan ini sebelumnya dikerjakan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Jembatan yang terletak di Desa Dawang, Kecamatan Teluk Waru, kembali ambruk pada Rabu (26/02/2025) akibat curah hujan tinggi selama empat hari berturut-turut.
Jembatan yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten SBT dengan tipe Aramco ini diketahui memiliki kelemahan, yaitu mudah rusak saat terkena derasnya aliran air banjir.
Jembatan tipe Aramco memang dikenal mudah dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaannya yang murah. Namun, kekurangannya adalah ketahanan yang rendah terhadap banjir yang membawa hanyutan.
Menanggapi ambruknya jembatan tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku langsung turun tangan. Kepala BPJN Maluku, Moch. Iqbal Tamher, bersama Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol, dan PPK 2.6 Provinsi Maluku, Melkianus Hitijahubessy, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada hari yang sama.
Mereka memastikan proses perbaikan berjalan dengan baik dan menyiapkan akses darurat untuk transportasi.
“Kami berusaha membuat akses jalan melalui lintasan basah sambil mempersiapkan bahan untuk pembuatan jembatan darurat menggunakan rangka bailey. Hal ini penting agar akses transportasi bisa normal kembali, terutama menjelang Bulan Puasa Ramadhan 1446 H,” ujar Moch. Iqbal Tamher.
BPJN Maluku, kata Tamher, telah merencanakan pembangunan baru Jembatan Wae Mer 1, dengan menggunakan struktur rangka baja A60 yang lebih kuat dan tahan lama.
Rencana ini diharapkan dapat mengatasi masalah kerapuhan jembatan tipe Aramco yang rentan terhadap banjir.
"Jembatan ini merupakan akses utama penghubung antar kabupaten. Kerusakan jembatan ini tentu menjadi perhatian serius, terutama karena dampaknya terhadap mobilisasi masyarakat dan distribusi bahan pokok, khususnya menjelang Bulan Puasa,” ungkap Tamher.
BPJN Maluku juga memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebutkan bahwa Jembatan Wae Mer 1 dibangun oleh BPJN Maluku, dan ambruk dalam dua bulan.
“Ini adalah pemberitaan yang salah alamat. Jembatan ini dibangun oleh Pemkab SBT, bukan BPJN Maluku. Justru kami telah merencanakan pembangunan baru dengan struktur yang lebih kuat,” tegas Tamher.
Dengan kebijakan efisiensi anggaran yang sedang digalakkan oleh Presiden Prabowo Subianto, masyarakat berharap rencana pembangunan baru Jembatan Wae Mer 1 dan jembatan-jembatan ex-kabupaten lainnya yang menggunakan tipe Aramco dapat segera terlaksana.
Selain untuk keamanan masyarakat, jembatan-jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung antar wilayah.
“Kami berharap pembangunan baru dapat segera direalisasikan. Jembatan ini sangat penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang, terutama menjelang Bulan Puasa,” tambah Moch. Iqbal Tamher.(jardin papalia)