Membahayakan Lingkungan, Pemprov Maluku di Desak Tolak Perusahaan Pasir Granet

  • Bagikan
Negeri Sepa
Operasi perusahaan pasir garnet, Rabu (1/11/2023). (Foto: Istimewa)

MASOHI, AMEKS.FAJAR.CO.ID. - Selain Ikatan Pelajar Mahasiswa Sepa (IPMAS), penolakan terhadap penambangan pasir granet oleh PT. Indo Abrasives Minerals (PT. IAM) di Negeri Sepa, datang dari Pemuda Maluku Tengah. Mereka mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku membatalkan perijakan perusahaan itu.

KNPI Maluku Tengah, lewat Said Muhammad Bubakar menolak eksploitasi pasir garnet di Negeri Sepa, Kacamatan Amahai, Maluku Tengah. Mereka merasa prihatin dengan kabar akan beroperasi perusahaan tersebut.

"Kami dengan tegas menolak PT. IAM, itu hanya akan mendatangkan bencana untuk daerah setempat," tegas Said kepada ameks.id di Masohi, Rabu (1/11).

Menurut Said penolakan tersebut sangat berdasar. Keberadaan PT. IAM hanya akan merusak ekologi laut jangka panjang, dan mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat pesisir setempat.

Menurut dia, sudah jelas undang-undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan, Perlindungan dan UU Pengelolaan Lingkungan Hidup nomor 32 Tahun 2009 pasal 1 ayat 2 menjadi dasar penolakan PT. IAM.

Dia meminta Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, harusnya lebih berhati-hati memberikan izin pengoperasian terhadap PT. IAM, karena mempunyai dampak negatif yang sangat serius terhadap masyarakat maupun lingkungan alamnya.

Pertama, terganggunya Kesehatan Manusia. Dampak dari penambangan pasir tidak hanya mencakup kerusakan ekosistem laut. Tapi juga kesehatan manusia, berikut penyakit yang berdampak dari penambangan pasir, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Dermatitis.

Kedua, Peningkatan Erosi dan Sedimentasi. Proses sedimentasi akibat erosi pantai adalah perubahan dari ukuran butiran sedimen dari yang besar menjadi kecil akibat dari hempasan energi gelombang yang kemudian menyebar sejalan dengan dinamika perairan untuk memperoleh kestabilan dan karakteristik sedimen yang baru.

Proses yang terjadi dimulai dari penggerusan material sedimen di pinggir pantai oleh gelombang dan arus, menjadi butiran yang lebih kecil. Kemudian butiran sedimen terbawa arus menyebar seiring dengan semakin kecilnya ukuran butiran sedimen.

Ketiga, perubahan Biodiversitas Perairan. Kenaikan permukaan air laut menyebabkan banjir, erosi dan hilang/memburuknya ekosistem laut, pesisir dan pantai, seperti terumbu karang, hutan bakau, dan keaneka- ragaman hayati.

Keempat, Perubahan Iklim Mikro. Iklim mikro merupakan kondisi iklim pada suatu ruang yang sangat terbatas. Tapi komponen iklim ini penting artinya bagi kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia, karena kondisi udara pada skala mikro ini yang akan berkontak langsung dengan (dan mempengaruhi secara lansung) makhluk- makhluk hidup tersebut. (djen wasolo)

Keempat, Perubahan Iklim Mikro. Iklim mikro merupakan kondisi iklim pada suatu ruang yang sangat terbatas. Tapi komponen iklim ini penting artinya bagi kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia, karena kondisi udara pada skala mikro ini yang akan berkontak langsung dengan (dan mempengaruhi secara lansung) makhluk- makhluk hidup tersebut. (djen wasolo)

  • Bagikan

Exit mobile version