Bentrok Pecah di TNS, Kapolres: Kami Akan Ambil Tindakan Tegas

  • Bagikan

.

MASOHI, AE. - Konflik Warga Negeri Layeni dan Negeri Sifluru, Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) pecah, Kapolres Malteng, AKBP. Dax Emmanuelle terjun ke lokasi amankan situasi, Selasa (2/1).

Setelah mendengar informasi konflik yang terjadi antar dua kelompok di Kecamatan TNS, Emmanuelle kemudian bersama puluhan anak buahnya terjun ke lokasi yang berkonflik.

Dengan melibatkan Pemerintah Negeri dari kedua negeri yang berkonflik, Kapolres berupaya untuk dapat membantu meredakan konflik yang terjadi.

Pasalnya bentrok antar Warga Negeri Layeni dan Warga Negeri Sifluru itu sudah terjadi sejak pekan kemarin. Semakin memanas setelah salah satu kelompok massa membakar kios milik warga, Senin (1/1/2024).

Terhitung akibat konflik tersebut belasan warga dari kedua negeri mengalami luka-luka, akibat aksi saling lempar batu. Dan juga karena letak kedua negeri berada di jalur lintas seram, membuat akses transportasi sementara alami kelumpuhan.

"Kami tidak melakukan aksi apapun saat ini. Dan berharap semua bisa menahan diri dan menjamin terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif," ucapnya.

Dikatakan personil polisi yang melakukan pengamanan di TKP tidak sedikit yang malah menjadi korban pelemparan dari kedua belah pihak. Meski demikian, dirinya mengakui bahwa itu merupakan konsekuensi ketika berada di situasi tersebut.

"Personil dari Brimob dan unsur TNI dalam koordinasi untuk turun ke TKP. Saatnya, langkah pengamanan akan dilakukan secara represif. Jadi tolonglah ini dapat diselesaikan secara baik-baik, kalau ada permasalahan pidana yang melatari kasus ini, akan kita tangani sesuai hukum yang berlaku," ungkapnya.

Pria dua bunga itu meminta agar setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan kepala dingin, sehingga dapat minimalisir konflik yang sama-sama tidak diinginkan.

"Siapapun yang terlibat akan kita tindak tegas. Jangan lagi ada aksi saling lempar atau aksi kriminal lain yang dapat mengganggu stabilitas keamanan," tegasnya.

Selain itu, dirinya mengungkapkan bahwa tidak akan segan-segan melakukan tindakan represif jika upaya penyelesaian masalah dari kedua negeri tidak membuahkan hasil.

"Kalau upaya ini tidak juga berhasil, yah, dengan terpaksa kita akan melakukan aksi represif. Kita berharap yah, masalah ini yang bisa diselesaikan dalam internal negeri. Tolong ini bisa diselesaikan secara baik-baik," imbau Kapolres. (Djen wasolo)

  • Bagikan

Exit mobile version