Demokrasi di Pemilu 2024 Harus Dikawal, Waileruny: Pemuda Perlu Diedukasi

  • Bagikan
SKP Maluku
Ketua DPW SKP Maluku Dr. Ir. Welem Waileruny.

MASOHI, AMEKS.FAJAR.CO.ID.- Demokrasi menuju Pemilu 2024, harus dijaga dari kelompok tertentu yang ingin merusak bangsa ini. Bagi kaum muda, harus lebih cerdas dalam merespon setiap informasi yang ada di media sosial.

Hal ini disampaikan Ketua DPW Setya Kita Pancasila (SKP) Maluku Welem Waileruny, kepada ameks.id. Karena itu, mereka berkepentingan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap menjaga Pemilu 2024 berjalan damai.

Dalam rangka itu, SKP Maluku gandeng Universitas Pattimura Ambon gelar seminar dan dialog kebangsaan, Senin (29/1/2024). Kegiatan dengan tema 'Menghisapi Nilai Ideologi Pancasila dalam Pemilu 2024 yang Damai dan Demokratis' g akan berlangsung pada tanggal 31 Januari 2024. Sejumlah tokoh hingga guru besar Unipatti Ambon, ikut terlibat sebagai narasumber.

Mereka diantaranya, Brigjen TNI Agung Prambudi mewakili Pangdam 16 Pattimura, Kombes Polisi Hujra Soumena mewakili Kapolda Maluku, Brigjen TNI Anon I Popang, dan Guru Besar Unpatti Prof. Dr. A. Watloly.

Ketua DPW SKP Maluku Welem Waileruny, mengungkapkan pesta demokrasi seyogianya disambut dengan meriah, penuh dengan kedamaian dan persahabatan. Hal tersebut harus di dukung dengan kesadaran masyarakat.

Dengan perkembangan teknologi, kata dia, siapapun akan dengan muda mengonsumsi informasi melalui media sosial. Dimana hampir sebagian besar didominasi informasi atau pernyataan-pernyataan yang jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila.

"Kondisi seperti ini jika tidak ada pencerahan, maka bagi pemuda, cara seperti ini, adalah suatu kebenaran dan dapat menjadi pola bagi generasi muda ke depan," ujar Waileruny.

Sekjen DPD Himpunan Alumni (HA) IPB Maluku itu, mengatakan cara-cara yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila, yang sangat membahayakan keutuhan bangsa dan negara.

Sadar atau tidak, tambah Waileruny, kondisi ini turut mendukung kelompok-kelompok intoleran dan radikal. Bahkan negara asing memanfaatkannya untuk membuat perpecahan di masyarakat, lebih jauh mungkin akan menggoyahkan keutuhan NKRI.

"Untuk menimalisasi hal tersebut, pemuda harus diberikan pemahaman yang benar tentang demokrasi dan dampak buruk narasi-narasi negatif yang selama ini mereka terima. Menanamkan rasa cinta tanah air dan persatuan dengan menghilangkan keputusan pilihan berdasarkan unsur primordialisme," ucapnya.

Mencermati hal tersebut, kata Waileruny, Universitas Pattimura bersama Ormas Setya Kita Pancasila (SKP) DPW Maluku, gelar seminar dan dialog kebangsaan kepada kaum muda di Kota Ambon terutama mahasiswa dan organisasi kepemudaan.

"Diharapkan kegiatan dapat mendorong kaum muda di Maluku terkhusus di Kota Ambon berpartisipasi aktif dalam Pemilu 2024 dengan semangat persatuan dan kesatuan menjunjung tinggi perbedaan sebagai cerminan nilai-nilai ideologi Pancasila sehingga menghasilkan Pemilu yang damai dan demokratis," harapnya. (djen wasolo)

  • Bagikan

Exit mobile version