Wakil Komite III DPD-RI Datangi Bawaslu Maluku

  • Bagikan
DPD RI
Wakil Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Mirati Dewaningsih.

Ambon,AMEKS.FAJAR.CO.ID.- Wakil Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Mirati Dewaningsih, berkunjung ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku, Selasa (30/1/2024).

Dalam lawatan kunjungan kerja, Mirati Dewaningsih, anggota DPD dapil Maluku, ke Bawaslu Maluku di kawasan Karang Panjang (Karpan) Ambon, dalam rangka Inventarisasi materi pengawasan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistim pendidikan nasional, terkait implementasi, terkait dengan pendidikan politik terhadap pemilih pemula.

Mirati Dewaningsih, kepada Ameks.Fajar.Co.Id berkaitan dengan kunjungan kerjanya ke Maluku, yakni di kantor Bawaslu Maluku, kata Dia, sebagi bentuk perhatian DPD-RI dalam menyikapi kegiatan Pemilihan Umum tahun 2024, penting untuk dilakukan pendidikan politik terhadap pemilih pemula, yang didominasi oleh pelajar sekolah menengah atas dan mahasiswa.

Dijelaskan, kata Dia, berdasarkan data hasil Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT di kantor KPU, Jakarta, Minggu (2/7/2023), data pemilih yang terdaftar pada DPT Pemilu 2024 didominasi oleh generasi Milenial.

Yang mana orang yang lahir pada tahun 1980 hingga 1994, sebanyak 66.822.389 atau 33,60% pemilih dan Gen Z orang yang lahir mulai 1995 hingga 2000-an sebanyak 46.800.161 pemilih atau sebanyak 22,85% dari total DPT Pemilu 2024.

Sementara, khusus untuk Provinsi Maluku di Tahun 2024 1.341.012 pemilih dengan potensi pemilih muda 357.474 , sekitar 19% pemilih berada pada usia pelajar.

Artinya jumlah generasi ini mendominasi pemilih Pemilu 2024 dan calon pemilih pada Pemilu ke depannya.

"Sehingga penting untuk menyusun strategi sosialisasi dan pendidikan pemilih yang efektif, sebagai implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), khususnya pendidikan politik terhadap pemilih pemula," jelas Mirati Dewaningsih, kepada media ini.

Beraitan dengan pengawasan UU Sisdiknas, menyangkut pendidikan politik terhadap pemilih pemula. Maka, Komite III DPD RI menaruh perhatian terhadap para pemilih pemula yang mulai mendominasi pemilu 2024 dan pemilu kedepannya.

"Kami, Komite III DPD RI mengharapkan pemilih pemula memiliki pemahaman bahwa pemilu sebagai sarana persatuan dan pemilih pemula mempunyai kesadaran dan kedewasaan politik sejak dini," demikian Mirati.

Sementara, dalam kesempatan itu, Anggota Bawaslu Provinsi Maluku, Daim Baco Rahawarin, dan Astuti Usman, dalam penjelasanya, menyampaikan permasalahan pemilih pemula yang paling sering ditemukan saat ini adalah kurangnya edukasi terkait pemilu.

"Sehingga pemilih pemula rentan terpengaruh yang mudah ditemukan terutama di media sosial tentang isu yang berkaitan dengan pemilu," akui Daim Baco Rahawarin.

Namun, kata Dia, Bawaslu Provinsi Maluku telah melakukan upaya pencegahan dengan sosialisasi yang cukup.

"Dan itu berkaitan dengan itu, pemilihan umum kita Bawaslu juga telah melakukan sosialisasi yang cukup kepada murid Sekolah Tingkat Akhir yang telah berusia 17 tahun atau lebih, dan para Mahasiswa semester Satu," demikian Daim.(Elias Rumain).

  • Bagikan

Exit mobile version