Usai Rayakan Ultah, 7 Warga Hilang di Laut, 4 Diantaranya Anak-anak

  • Bagikan
ilustrasi
Ilustrasi

Ambon, AMEKS.FAJAR.CO.ID - Tujuh orang warga asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang dilaporkan hilang kontak di laut sejak Kamis 13 Maret 2024 lalu, belum juga ditemukan. Mereka ini hilang usai merayakan Ulang Tahun di desa Tumbur, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

Sampai Kamis (21/3/2024), pencarian masih dilakukan Tim SAR gabungan. Perahu Ketinting yang ditumpangi para korban dihantam gelombang dan terbalik di Perairan Pulau Dua, Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

Satu korban di;aporkan meninggal dunia, bernama Jermias Takndare. Sedangkan Tujuh korban lainya, Yohanes Salwey, Yufita Takndare, Alowisya Matruty, Norberta Sakliresy, Defota Salken, dan Kristina Sakliresi sampai saat ini belum berhasil ditemukan.

Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKBP Umar Wijaya mengatakan upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan (Polairud dan Basarnas) telah memasuki hari ke-Tujuh, terhitung sejak tanggal 14 Maret 2024 hingga tanggal 20 Maret 2024 belum menemukan jejak para korban.

"Para korban hilang kontak dengan menaiki Perahu Ketinting tersebut diantaranya Tiga orang Dewasa dan empat orang yang masih Anak-Anak. Namun satu orang korban dewasa dilaporkan meninggal dunia," jelas Kapolres, Kamis (21/3).

Kejadian tersebut berawal, pada Rabu, 13 Maret 2024, sekitar pukul 15.00 WIT, Jermias Takndare bersama Lima orang korban pergi ke Pantai Tumbur, Kecamatan Wertamrian untuk melakukan piknik dengan menggunakan perahu ketinting.

Sesampainya di Desa Tumbur, para korban mengajak beberapa warga Tumbur untuk bersama-sama ikut ke lokasi Pantai Cinta Kasih di Desa Tumbur dalam rangka merayakan hari ulang tahun, korban Yohanes Salwey.

Di hari yang sama, sekira pukul 21.30 WIT para Korban pamit kepada warga Tumbur untuk kembali ke Desa Wowonda dengan menggunakan perahu ketinting.

Namun saat itu seorang saksi, Modestus Tankndare (ayah dari salah satu korban) sempat meminta melalui Via Handphone agar para korban jangan dulu kembali ke Desa Wowonda, karena sudah malam hari dan cuaca laut tidak bersahabat.

Korban Jermias Takndare mengatakan, harus tetap pulang karena ada beberapa Anak yang harus mengikuti ujian sekolah besok harinya. setelah itu para Korban pun langsung berangkat meninggalkan Pantai Desa Tumbur dan menuju ke Desa Wowonda dengan menggunakan Perahu Ketinting.

Berdasarkan informasi diterima Kamis, tanggal 14 Maret 2024 sekitar pukul 09.59 Wit, korban Jermias Takndare sempat mengirim pesan suara melalui via aplikasi WhtasApp ke salah satu warga Desa Wowonda menyampaikan bahwa tolong sampaikan kepada orang tuanya agar datang menjemput, dikarena perahu mereka sudah hanyut sampai di depan Pulau Dua antara Desa Lorulun dan Desa Atubul, Kecamatan Wertamrian.

Sehingga pada pukul 14.00 Wit, Pemerintah Desa Wowonda bersama masyarakat langsung melakukan pencarian dengan menggunakan Dua perahu Longboat dan melibatkan Warga Desa Tumbur menggunakan Dua Perahu Ketinting dengan tujuan sekitar perairan Pulau Dua, Desa Lorulun.

Namun saat dilakukan pencarian, cuaca alam saat itu buruk akibat kondisi angin kencang serta laut bergelombang dan pencarian yang dilakukan oleh warga hingga pukul 18.30 WIT tidak membuahkan hasil.

Setelah itu, berdasarkan hasil konfirmasi dengan Korban Yohanis Salwey bahwa posisi perahu ketinting mereka berada di perairan di depan Pulau Dua Desa Lorulun, Kecamatan Wertamrian dan perahu tersebut mengalami kerusakan As Mesin Ketinting (patah) sehingga perahu ketinting terbawa arus dan angin dari pantai Tumbur hingga ke perairan Pulau Dua.

Selanjutnya tindakan pencarian kembali dilakukan oleh warga, Jumat, 15 Maret 2024 sekitar pukul 03.00 WIT, namun perahu yang digunakan tidak dapat mencapai lokasi sebagaimana diinformasikan korban Yohanis Salwey, karena cuaca laut buruk.

Korban Yofita Takndare juga sempat berkomunikasi melalui Via Whatsapp dengan Keluarga dan menyampaikan bahwa salah seorang Korban atas nama Jermias Takndare telah meninggal dunia diatas perahu. Namun setelah itu, komunikasi dengan para korban diatas perahu pun hilang dan tak ada lagi komunikasi lebih lanjut.

Atas Laporan yang diterima terkait peristiwa dimaksud, Satuan Polairud Polres Kepulauan Tanimbar bersama dua personil Tim Rescue Basarnas Kepulauan Tanimbar langsung melakukan langkah - langkah pencarian terhadap para korban yang berada diatas perahu ketinting tersebut.

Disebut Kapolres, lokasi pencarian di perairan pulau Dua hingga Perairan pulau Yamdena sebelah Utara tersebut menggunakan Armada KP. 2009 milik Sat Polairud Polres Kepulauan Tanimbar dengan kondisi cuaca hujan ringan, kondisi laut ombak mencapai Tiga sampai dengan Lima meter, kondisi angin pancaroba hujan sedang (udara lembab) dan jarak jarak pandang Satu Mill.

"Terkait upaya pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan (Polair dan Basarnas), hingga saat ini kami masih belum menemukan para Korban," pungkasnya.

Namun, tindakan lain yang dilakukan selain upaya pencarian oleh Tim SAR gabungan Polair bersama Basarnas, pihaknya juga turut meminta bantuan kepada Kapal-Kapal Perikanan yang melintas di sepanjang pulau Yamdena bagian Timur agar melakukan pemantauan di sepanjang jalur Pelayaran yang mereka lalui.

"Harapan kami agar para Korban segera ditemukan dengan selamat, sehingga dapat pulang dan bertemu kembali dengan Keluarga," tutupnya.(ERM).

  • Bagikan

Exit mobile version