Pelabuhan Ambon Terpadu, Jangan Sampai Gagal Seperti Ambon New Port

  • Bagikan
Wasekjen I ISPIKANI, Amrullah Usemahu
Wasekjen I ISPIKANI, Amrullah Usemahu

MASOHI, AMEKS.FAJAR.CO.ID – Rencana pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengembangan Pelabuhan Ambon Terpadu di Desa Waisarisa, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, semakin menguat dan membutuhkan kajian mendalam dari berbagai aspek.

Wakil Sekretaris Jenderal I Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI), Amrullah Usemahu, menegaskan bahwa proyek ini harus ditindaklanjuti dengan kajian komprehensif guna memastikan kelayakannya.

"Secara sepintas, kawasan ini memang layak untuk dikembangkan sebagai lokasi Pelabuhan Ambon Terpadu. Selain memiliki lahan yang memadai, infrastruktur dasar yang sudah tersedia bisa menjadi modal awal untuk mempercepat realisasi proyek. Pengembangan ini berpotensi menciptakan kawasan ekonomi baru yang menghubungkan distribusi barang dan jasa lintas kabupaten/kota di Maluku," ujar Usemahu.

Usemahu mengingatkan bahwa proyek ini harus disiapkan dengan matang agar tidak mengulangi kegagalan Ambon New Port (ANP) sebelumnya.

Sejumlah kendala seperti pembebasan lahan, lokasi di jalur gempa (Ring of Fire), temuan ranjau peninggalan Perang Dunia II, serta minimnya minat investor swasta, menjadi faktor utama yang menggagalkan ANP.

"Jika pengembangan Pelabuhan Ambon Terpadu di Waisarisa ingin sukses, maka feasibility study atau kajian teknis harus benar-benar dipersiapkan dengan baik. Kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya," tegasnya.

Usemahu menambahkan bahwa proyek ini sesuai dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2025 yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan pelaksanaan di bawah koordinasi Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Perhubungan.

Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan skala prioritas dan status pelabuhan yang akan dikembangkan agar sesuai dengan kewenangan kedua kementerian tersebut.(djen wasolo)

  • Bagikan