Ini Alasan Kenapa Pelabuhan Ambon Terpadu Lebih Baik di Waisarisa

  • Bagikan
Wakil Ketua Departemen Strategik Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN), Amrullah Usemahu.
Wakil Ketua Departemen Strategik Masyarakat Perikanan Nusantara (MPN), Amrullah Usemahu.

Ambon, AMEKS.FAJAR.CO.ID — Pembangunan pelabuhan Ambon Terpadu di lokasi lain seperti Pelabuhan Yos Sudarso Ambon atau Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tantui dinilai kurang memungkinkan. Karena itu, Waisarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), menjadi lokasi terbaik.

Wasekjen I Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI), Amrullah Usemahu, Kamis (20/3/2025) mengatakan, Keterbatasan lahan, kepadatan Teluk Ambon, serta lokasi di tengah pusat perdagangan dan pemukiman warga, membuat opsi ini sulit untuk dikembangkan lebih lanjut.

"Teluk Ambon sudah sangat padat, dan daya tampungnya sudah mencapai batas maksimum. Oleh karena itu, lokasi di Desa Waisarisa menjadi alternatif yang masuk akal, apalagi pihak swasta yang memiliki lahan tersebut bersedia memberikan ruang untuk pengembangan proyek ini," jelas Usemahu, yang merupakan alumni Program International Visitor Leadership Program (IVLP) di USA Tahun 2023 itu.

Rencana pengembangan pelabuhan ini tidak hanya berfokus pada terminal bongkar muat, tetapi juga mengusung konsep pelabuhan terintegrasi yang mencakup, terminal peti kemas internasional dan domestik, terminal RoRo (Roll-on/Roll-off), pelabuhan perikanan (TPI & tempat pengolahan ikan), kawasan industri logistik, terminal LNG dan power plant, zona industri lainnya.

Dengan konsep ini, kata Usemahu Pelabuhan Ambon Terpadu diharapkan mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian Maluku dan menjadi pintu gerbang industrialisasi di wilayah timur Indonesia.

Usemahu, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta sektor swasta sangat penting dalam penyusunan masterplan proyek ini. Selain itu, intervensi kebijakan nasional dari sisi regulasi dan anggaran harus dilakukan agar proyek ini bisa berjalan dengan lancar.

"Political will dari pemerintah sangat diperlukan, baik dalam bentuk regulasi maupun alokasi anggaran. Selain itu, partisipasi dan dukungan dari sektor swasta juga harus diperkuat agar pengelolaan jalur logistik barang dan jasa di PSN Pengembangan Pelabuhan Ambon Terpadu bisa berjalan optimal," pungkasnya.

Dengan perencanaan yang matang dan sinergi yang kuat, proyek Maluku Integrated Port (MIT) ini diharapkan bisa menjadi pilar utama dalam pengembangan ekonomi dan infrastruktur di Maluku serta memperkuat konektivitas maritim Indonesia bagian timur. (djen wasolo)

  • Bagikan