AMBON, AMEKS.FAJAR.CO.ID – Sejumlah penumpang arus mudik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah mengamuk di Kantor Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Ambon, Kecamatan Sirimau, Senin (24/3/2025). Kemarahan mereka dipicu oleh habisnya tiket yang seharusnya baru dijual pada hari itu.
Menurut penumpang, Pelni hanya menyediakan 350 tiket untuk rute mudik Lebaran. Namun, tiket tersebut sudah habis terjual sebelum pelayanan penjualan resmi dibuka pada Senin pagi. Padahal, penjualan tiket seharusnya dimulai pukul 08.00 WIT, tetapi pihak PELNI justru membuka layanan lebih awal, yakni pukul 23.00 WIT pada Minggu malam (23/3).
Mendengar kabar bahwa tiket sudah habis, sejumlah penumpang langsung mengamuk. Mereka memukul pintu masuk kantor PELNI, saling dorong, dan terjadi adu mulut. Suasana pun menjadi ricuh.
Salah satu penumpang, Hasny, mengaku kesal dengan tindakan PELNI. “Mereka jadwalkan penjualan tiket baru dibuka hari ini, tapi ternyata tiket sudah habis sejak Minggu malam. Kami antre dari pagi, tapi tiket sudah tidak ada. Ini sangat tidak adil,” ujarnya dengan nada kesal.
Hasny menegaskan bahwa mereka harus mendapatkan tiket hari ini karena Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 106 akan berangkat pukul 15.00 WIT.
“Kami harus dapat tiket hari ini. Kapal berangkat jam 3 sore dengan rute Banda, Kesui, SBT, Gorom, Tual, dan Teor. Kalau tidak dapat tiket, kami tidak bisa pulang untuk Lebaran,” tandasnya.
PELNI hanya menyediakan 350 tiket untuk rute mudik Lebaran, jumlah yang dinilai sangat tidak mencukupi mengingat tingginya permintaan. Penumpang yang sudah antre sejak pagi merasa dirugikan karena tiket habis sebelum pelayanan resmi dimulai.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah penumpang masih menunggu di lokasi dengan harapan bisa mendapatkan tiket. Sementara itu, pihak PELNI Cabang Ambon belum memberikan respons resmi terkait keluhan para penumpang.(jardin papalia)