Memalukan! Ibrahim Ruhunussa dan Sahabuddin Nyaris Baku Hantam

  • Bagikan

Masohi, AMEKS.FAJAR.CO.ID - Tak habis-habisnya aksi anggota DPRD Maluku Tengah selalu viral di media sosial. Dikritik, tapi masih saja mereka berulah. Perkelahian kembali terjadi. Kali ini antara Ibrahim Ruhunussa dan Sahabuddin Hayoto.

Adegan nyaris adu jotos itu terjadi saat Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2021, Senin (11/4/2022).

Awalnya rapat berjalan begitu kondusif, hingga sampai Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua membacakan LKPJ. Setelah itu, beberapa anggota dewan menyampaikan unek-uneknya, yakni Abdurahman Nahumarury, Jailani Tomagola, Kader Selano, Ibrahim Ruhunussa, dan beberapa wakil rakyat lainnya.

Baca:

Ketika giliran Ibrahim Ruhunussa menyampaikan pendapatnya, lebih tepat bentuk kekecewaannya terhadap Bupati Maluku Tengah. Pasalnya, beberapa bantuan aspirasinya pada Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Tengah dialihkan ke Pulau Haruku.

“Kita Maluku Tengah ini punya pokok pikiran terkecil di republik, dan anggarannya begitu besar,” ujarnya disela-sela sidang yang dipimpin ketua DPRD Maluku Tengah, Fatzah Tuankotta di ruang sidang paripurna.

Menurutnya, perlakuan Bupati Maluku Tengah terhadapnya berubah sewaktu ia menjabat sebagai pemimpin DPRD.

“Waktu saya menjadi pemimpin DPRD, dan saya menjadi anggota DPRD mendapatkan perlakuan dari bapak berbeda kepada saya,” katanya.

Awalnya, penyampaian argumentasi hampir memakan waktu 15 menit, itu begitu kondusif. Namun tiba-tiba rapat memanas ketika Sahabuddin Hayoto memotong pembicaraan Ibrahim.

Sahabuddin hendak menginterupsi kepada pemimpin agar dapat menjalankan sidang sesuai dengan agenda pembahasan. Ibrahim tak terima.

Baca:

Politisi Gerindra itu melempari Sahabuddin dengan kertas yang berada di hadapannya. Sahubudin naik pitam, langsung berdiri hingga keduanya tidak dapat menahan emosi dan nyaris adu jotos.

“Ose (kamu) mau atur sapa (siapa) ?, Ose mau pukul Beta (saya) coba pukul,” seru Ibrahim.

Beruntung, pihak keamanan dan anggota dewan lainnya yang mengikuti rapat itu langsung melerai keduanya sehingga ketegangan mereda. Usai rapat keduanya saling berjabat tangan dan memaafkan. (dw)

  • Bagikan