Bacarita Persaudaraan, Perkuat Ikatan Gereja di Masohi

  • Bagikan
Bacarita Persaudaraan di Masohi
Bacarita Persaudaraan di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

Masohi, AMEKS.FAJAR.CO.ID - Dalam memperkuat ikatan persaudaraan umat kristiani di Masohi, jemaat klasis Masohi menggelar aksi bacarita persaudaraan antar gereja, yang bertempat di cafe 91 kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

Dalam sambutannya, Sekertaris klasis masohi, J. Titaley mengatakan, kegiatan yang dimaksudkan sebagai bagian untuk menemukan titik temu dalam menyatukan gagasan, serta persepsi dalam memperkuat ikatan gereja-gereja.

"Kegiatan ini untuk menyatukan penyamaan persepsi Gereja-gereja yang menjamur diseputaran kota Masohi," ungkapnya kepada Ambon Ekspres (grup ameks.fajar.co.id), di Masohi, Rabu (23/6).

Dalam waktu dekat, Maluku Tengah bahkan dalam skala nasional akan menghadapi tantangan serta gelombang demokratisasi, yang jika tidak diantisipasi maka akan menjadi pemicu konflik yang baru.

"Perkuat hidup orang basudara, bahkan antar gereja bahkan Katong samua sadar, sungguh bahwa menjelang 2024 ini, jika kita tidak kuat meminimalisir setiap isu yang berkembang, maka akan menjadi bagian yang sangat dikuatirkan," tegasnya.

Pendeta muda ini, berharap melalui kegiatan ini selain menyatukan persepsi generasi gereja muda di Masohi ini, diharuskan untuk terus tumbuh dalam mengedepankan kepentingan kemanusiaan

"Kegiatan ini sebagai untuk menyatukan visi, memahami satu dengan lainnya. Yang lebih penting adalah mendahulukan kepentingan kemanusiaan, dengan junjung tinggi nilai kedamaian," harapnya.

Sejalan dengan itu, Pendeta GR Loupatty yang menjadi narasumber, menjelaskan sebagai generasi yang berpegang teguh pada prinsip kegerejaan, harus bisa bersatu demi kepentingan kolektif.

"Kemandirian Gereja, untuk kemanusiaan itu merupakan alasan utama sehingga gereja itu harus disatukan," katanya.

Menurutnya, kehendak untuk tumbuh bersama dalam bingkai kekeluargaan adalah bentuk wujud kuat dalam menjaga ikatan umat kristiani di bumi pamahanu nusa ini. Dikarenakan tidak ada kesia-siaan yang diserukan oleh Tuhan kepada umatnya.

"Tidak ada satu firman Tuhan pun yang keluar tanpa alasan yang sia-sia," ungkapnya.

Jadi pada kegiatan ini, selain untuk menyatukan persepsi Gereja-gereja, kita juga menjadikan ini sebagai untuk penguatan generasi muda dalam menyambut tahun politik nantinya. (DW).

  • Bagikan

Exit mobile version