AMBON, AMEKS, FAJAR.CO.ID. - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengobatan korban perkelahian dua kelompok pemuda di Desa Tial dan Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
Insiden tersebut terjadi pada Senin, 31 Maret 2025, sekitar pukul 15.45 WIT. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Lewerissa saat melakukan kunjungan langsung ke lokasi kejadian bersama jajaran Forkopimda pada Selasa, 1 April 2025.
Kehadiran Gubernur, Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Dandim 1504-04, serta aparat keamanan lainnya bertujuan untuk melakukan mediasi dan memastikan penyelesaian yang tepat.
Gubernur Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa masalah ini harus diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku dan pemerintah siap memberikan dukungan, termasuk bantuan biaya pengobatan korban yang terdampak.
"Serahkan permasalahan ini untuk ditangani sesuai hukum, dan saya siap mendukung pengobatan korban jika diperlukan," ujar Gubernur.
Selain itu, Gubernur Lewerissa mengimbau kepada seluruh warga untuk menahan diri dan menjaga hubungan baik antar masyarakat.
"Kami tidak menginginkan konflik, mari kita selesaikan permasalahan ini sesuai dengan hukum dan adat yang berlaku di masing-masing desa," tambahnya.
Kapolda Maluku, Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan, juga menyatakan bahwa pihak kepolisian akan menegakkan aturan dan menyelidiki penyebab bentrokan ini.
"Kami sudah melakukan penyelidikan, dan kami akan pastikan bahwa tidak ada tindakan yang merugikan kedua desa," tegas Kapolda.
Sementara itu, Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura Brigjen TNI Julius Jolly Suawa menekankan pentingnya keamanan yang stabil untuk mencegah eskalasi konflik.
"TNI dan Polri akan selalu siap menjaga keamanan. Kami harap semua pihak bisa menahan diri agar tidak memperburuk keadaan," ujarnya.
Masyarakat Desa Tial dan Tulehu menyambut baik kehadiran Gubernur dan Forkopimda. Namun, mereka juga menyampaikan keluhan terkait keamanan di wilayah mereka, termasuk permintaan pemindahan Polsek Salahutu ke lokasi yang lebih strategis untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian masalah.
Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Lewerissa bersama Kapolda dan Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat mengenai pemindahan Polsek Salahutu.
"Kami berharap semua pihak mendukung upaya ini, mari kita ciptakan lingkungan yang aman dan harmonis," tambah Gubernur.
Insiden ini mengakibatkan satu warga Tulehu meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka berat. Meskipun begitu, situasi di antara kedua desa kini dipastikan sudah kondusif kembali.
Pemerintah daerah dan aparat keamanan akan terus memantau perkembangan untuk mencegah bentrokan serupa di masa mendatang.(jardin papalia)