Ungkap Praktik Pengecer Beli BBM di SPBU, DPRD SBT: Mereka Pakai Mobil Tua

  • Bagikan
DPRD SBT
Komisi B,DPRD SBT saat gelar rapat bersama pihak Pertamina Bula dan sejumlah APMS, Rabu(26/2/2025). (foto by jamal/ameks)

BULA, AMEKS.FAJAR.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) merasa geram dengan maraknya mobil tua yang sudah tak layak jalan antre panjang di SPBU Kota Bula.

Tak hanya satu atau dua, mobil yang terlihat seperti rongsokan ini setiap hari selalu terparkir di depan SPBU untuk mengisi BBM. Anggota Komisi B DPRD SBT, Husein Kelilauw, menyoroti praktik ini dan menyatakan kekesalannya karena mobil-mobil tua tersebut hampir setiap hari melakukan pengisian BBM.

"Setiap kali saya masuk di SPBU Desa Sesar, minyak yang baru masuk hanya dalam hitungan jam sudah habis karena pengecer yang bolak-balik menggunakan mobil tidak layak pakai untuk mengisi BBM," ujar Kelilauw dalam rapat Komisi bersama APMS di ruang rapat DPRD SBT, Rabu (26/2/2025).

Menjelang bulan suci Ramadan, Kelilauw menyarankan agar petugas dan aparat memperketat pengawasan terhadap SPBU di Kota Bula. "Bila perlu harus ada kerja sama dengan polisi," tambahnya.

Menurutnya, meski hal ini melibatkan masyarakat, praktik tersebut sudah sangat meresahkan. Oleh karena itu, ia mendesak dinas terkait agar lebih serius dalam memperketat perizinan usaha.

Sementara itu, Manajer PT. Permata Hitam, pengelola salah satu SPBU Bula, Rahmi Ambar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan masalah ini kepada Kepolisian maupun DPRD setempat. Namun, pihak SPBU tidak dapat melarang pengisian BBM karena mobil-mobil tersebut memiliki barcode resmi.

"Ada lebih dari satu oknum yang memiliki lebih dari 12 mobil. Semua mobil itu memiliki barcode, jadi kami tidak bisa melarang. Kami tetap melayani pengisian BBM selama mereka tidak bolak-balik dalam sehari. Namun, memang ada indikasi praktik ilegal minyak," ujarnya.

Menurutnya, para pemilik mobil mengisi BBM di pagi atau siang hari, lalu sore harinya sudah kembali antre untuk esok hari. Saat ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan pihak SPBU dalam praktik ini, Rahmi membantah adanya kerja sama ilegal.

"Para pekerja di SPBU tidak berani bermain-main dengan ini. Kami sudah wanti-wanti dan memiliki perjanjian tegas, jika ada yang ketahuan, langsung diberhentikan," tegasnya. (jamal umage)

  • Bagikan