Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Kata PLN: Pasokan Listrik Sudah Aman

  • Bagikan
PLN Maluku
Polda Maluku gelar diskusi bertema 'Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Tengah Tantangan Masyarakat', yang menghadirkan PLN, Kadis Perindag Maluku, dan Polda Maluku.

AMBON, AMEKS.FAJAR.CO.ID - PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara jamin pasokan listrik selama Natal, Tahun Baru 2024, hingga Pemilu 2024 aman. pasokan listrik yang disediakan mampu mengcover beban yang ada.

Hal ini disampaikan Senior Manager Pembangkitan, PT PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Nyoman Satriadi Rai mewakili General Manager Awat saat pemaparan kesiapan PLN menghadapi perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), Selasa (19/12/2023).
 
Pemaparan Nyoman disampaikan saat  menjadi salah satu narasumber pada kegiatan yang digelar Polda Maluku bertema 'Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Tengah Tantangan Masyarakat'. Senior Manager Pembangkitan ini mengatakan, tidak ada defisit daya menjelang perayaan Nataru di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
 
"Ketersediaan pasokan listrik di wilayah kerja kami juga cukup dan aman. Masyarakat tidak perlu khawatir akan pemadaman, karena pasokan listrik yang kami sediakan mampu mengcover beban yang ada," ujarnya.
 
Untuk meningkatkan performa sistem kelistrikan di dua momen penting di pengunjung tahun juga, PLN terus berupaya untuk melakukan pemeliharaan. Dia menambahkan, mengawali 2024, akan ada pesta demokrasi yang tentunya perlu didukung dengan pasokan listrik yang prima. Sehingga pemeliharaan dimajukan pada November dan Desember 2023.
 
"Itulah kenapa terjadi pemadaman pada November dan Desember itu, karena jadwal pemeliharaan mesin PLTMG Waai yang seharusnya di Februari 2024 dimajukan, mengingat 2024 itu ada Pemilu. Ini merupakan langkah preventif yang kami ambil agar perayaan Nataru hingga di Pemilu nanti tidak ada gangguan," terangnya.
 
Hal ini diperkuat oleh General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Awat Tuhuloula. Awat menambahkan, penguatan juga dilakukan terhadap kapasitas personel. Berbagai pelatihan, dari kemahiran penggunaan peralatan kelistrikan, backup sistem juga diatur sebaik mungkin.
Personel dibekali pengetahuan sehingga dapat bekerja dengan excellent. Jika ada gangguan di lapangan, personel harus cepat tanggap sehingga durasi eksekusi dalam hal response dan recovery time harus dilakukan secepat mungkin. Tentunya, proses ini terpantau secara real time melalui command center PLN. Selain itu, dukungan aplikasi PLN Mobile yang memudahkan Pelanggan melaporkan adanya gangguan, perlu dimanfaatkan.
 
"Komitmen PLN terus memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya saat momen tertentu saja, melainkan secara kontinyu dioptimalkan," pungkas Awat.
 
Adapun diskusi itu dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Maluku, Yahya Kotta ; Ketua Sinode GPM Pdt. Elifas Maspaitela; dan Kabag Operasional Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kompol Syarifudin.
 
Menutup pembicaraan, Kabag Operasional Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kompol Syarifudin menyampaikan bahwa pelayanan PLN harus didukung juga oleh masyarakat.
 
"Mengingat beberapa hari terakhir ini terjadi kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik, sehingga perlu saya menyambung penyampaian Pak Nyoman bahwa masyarakat juga harus sadar dalam hal penggunaan listrik, misalkan tidak boleh menggunakan colokan bertumpuk, kemudian sering-sering lah mengecek instalasi listrik," ujar Syarifudin.


"Dan menggunakan peralatan listrik dengan hati-hati. Hal ini agar terhindar dari risiko kebakaran, karena fakta yang pihak kepolisian temukan di lapangan, presentase terbesar penyebab kebakaran itu, yakni korsleting listrik,"tambah Syarifudin.(ERM)

  • Bagikan