PKS dan Hanura Dapil SBB Terancam Tanpa Kursi di DPRD Maluku

  • Bagikan
Kursi DPR Dapil Maluku

Ambon, AMEKS.FAJAR.CO.ID - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) terancam kehilangan kursi DPRD Provinsi Maluku dari daerah pemilihan (Dapil) 5-Kabupaten Seram Bagian Barat.

Perolehan suara sementara dua partai tersebut berdasarkan real count KPU masih sangat sedikit dibandingkan parpol petahana lainnya.

Partai politik memperebutkan 5 kursi DPRD Maluku dari dapil SBB. Pada Pileg 2019, lima parpol berhasil memperoleh kursi, yakni PKS, Hanura, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), PDIP dan Partai Demokrat.

Namun, PKS dan Hanura terancam kehilangan kursi pada Pemilu 2024 ini. Berdasarkan pantauan Ambon Ekspres di laman info publik pemilu 2024, pemilu2024. kpu.go.id, Selasa (20/2/2024) pukul 16.00 WIT, data masuk, PKS berada di urutan enam perolehan suara parpol dengan mengumpulkan 2.937 suara (9,87 persen).

Turaya Samal, caleg petahana PKS mendapatkan 1.366 suara. Pada Pileg 2019, politisi perempuan ini memperoleh 5.204. Empat caleg PKS lainnya tidak mendulang suara signifikan, yakni Wa Suyani 518 suara, La Adelin 510 suara, Abd. Rasyid Kota Lima 369 suara, dan Muhammad Pattimura hanya 96 suara.

Nasib Hanura lebih parah. Partai nomor urut 10
ini, berada di urutan 11 dengan hanya mengantongi 178 suara (1,79 persen) di dapil SBB. Petahana Mohammad Iqbal Payapo yang berhasil meraih 11.813 suara pada pileg lima tahun lalu, kini hanya punya 314 suara.

Empat caleg lainnya, juga tidak mendulang banyak suara partai yang dipimpin Oesman Sapta Odang itu. Abubakar Hitimala 165 su- ara, Rismawati Suat 19 suara, Nurjanah Henan 12 suara, dan Johozua Paulus Dahok- lory 33 suara, dan ditambah suara sah partai Hanura 32.

Sementara itu, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memimpin perolehan suara sementara di dapil 5-SBB. Partai yang dipimpin Prabowo Subianto, itu memperoleh 4.432 suara (14,89 persen).

Petahana Hatta Hehanussa 2.381 suara, disusul Zain Syaiful Latukaisupy 1.932 suara, Chaterina Maartje Gomies 95 suara, Subhan Palisoa 26 suara, dan Ratna Kadir 36 suara.

PDIP mendapatkan 4.142 suara (13,92 persen), dia Zeth Maryate 2.218 suara, La Nyong 1.793 suara, Roos Jeane Alfaris 438 suara, Sahlan Heluth 276 suara, dan Tiarny A. Ratuanak 115 suara.

Posisi ketiga ditempati partai Demokrat dengan 4.080 suara (13,71 persen). Caleg petahana Asri Arman memperoleh 1.949 suara, disusul Julius Maurits Rotasouw 1.355 suara, Baharuddin Jamalu 671 suara, Selma Kasturian 38 suara, dan Nis Wahyuni Pattimura 19 suara.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang pernah memperoleh satu kursi Maluku, berada di urutan empat perolehan suara terbanyak sementara, dengan mengantongi 3.528 suara (11,84 persen).

Suara terbanyak diraih caleg nomor urut 3 Abdul Muthalib Kaisupy yaitu 1.357 suara, disusul Terovintje Hana Kermite 1.219 suara, Linda Achmad Suneth 922 suara, dan Ko Budiono 553 suara.

Sedangkan Nasdem memperoleh total suara sah parpol dan caleg sebanyak 3.266. Mantan wakil bupati dan wakil bupati SBB, Timotius Akerina memperoleh 2.181 suara, Farida Rahangiar 225 suara, Ismail Marasabessy 471 suara, Muhammad Topan Payapo 236 suara, dan Hongdiyanto Fransisca 34 suara.

Penting diketahui, KPU RI telah memberikan “disclaimer” pada laman pemi- lu2024.kpu.go.id, bahwa publikasi Form Model C/D Hasil di lama tersebut merupakan hasil penghitungan suara di TPS dengan tujuan untuk memudahkan akses informasi publik. Dengan kata lain, data yang ditayangkan setiap hari ini bersifat sementara sehingga tidak dijadikan rujukan final un- tuk perolehan suara peserta Pemilu 2024.

Sebab, penghitungan suara yang dilakukan oleh KPPS, rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilu dilakukan secara berjenjang dalam rapat pleno terbuka oleh PPK, KPU Kabupaten/ Kota, KPU Provinsi dan KPU berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (tajudin)

  • Bagikan